Testi Jengkol the series







Buku ini ditulis berdasarkan hasil “diskusi gila” disebuah forum chatting oleh tiga orang. Dua orang aku kenal melalui akun facebook, lebih tepatnya, sebuah fanpage. Aku hanya orang yang menyukai lagu-lagu Westlife, dan tak ada salahnya jika kesenanganku mendengarkan lagi-lagu mereka nyatanya mengantarkanku bertemu dengan dua orang ini. Dan penulis yang satu lagi adalah teman mereka yang aku tidak mengenalnya. Cerita ini tertulis akibat kesukaan mereka pada member westlife. 

Sekali lagi, buku ini’gila’. Diluar ekspektasi. Jika banyak orang menulis certia fanfiction, buku ini salah satunya. Namun, buku ini menjadi berbeda karena itu tadi, gila. Kalian harus membayangkan bagaimana orang asing begitu menikmati makanan khas Indonesia, jengkol. And a purpose with jengkol? Sesuatu yang unik yang akan kalian temui dalam buku ini. Alur ceritanya yang mengalir begitu saja, seakan mengikuti imajinasi liar yang menjalar dalam pikiran. 

Kegilaan demi kegilaan terus berlanjut dalam part-part selanjutnya. Buku ini hanya kumpulan cerita pendek. Tapi, aku yakin kalian akan tersenyum kulum jika kalian sanggup untuk menahan tawa dari cerita yang dibawakan dalam buku ini. Untukmu yang sudah pernah membaca The Rose Trilogi, lupakan tokoh Ciaran yang beku dan tidak banyak bicara, karena tak akan kamu temui dia disini. Ciaran yang akan kamu temui adalah Ciaran yang ceria, penuh dengan tawa, dan banyak bicara. Meskipun kecintaannya pada kuda tak berkurang

Pertama kali membaca cerita dalam buku ini adalah dalam catatan The Westlife Author, dimana mereka yang menyukai dunia tulis terutama menulis cerita fiksi tentang idola kami -westlife- dan kegemaran membaca tertampung dalam satu wadah. Tak ada pembandingan westlife dengan band lain yang di gadang-gadang menjadi penerusnya. Jikapun ada, maka mereka yang mencintai perdamaian akan langsung menegur dan menasehati bahwa dalam grup hanya boleh berbagi cerita dan karya, bukan hate speech. 

Sayangnya, karena mengambil tokoh dalam kehidupan nyata, buku ini tak dapat beredar di toko buku. Self publishing dan kalian yang penasaran bisa mendapatkan buku ini dengan menghubungi penulisnya langsung. 

Buku ini bisa menjadi salah satu referensi penghilang stress. Penghilang jenuh untuk sekedar melepas tawa yang tertahan dan ingin menghilangkan penat. Cocok sebagai teman minum kopi di sore hari yang mendung dan gerimis. Dan, yah, aku bukan mau berpromosi, tapi jujur, buku ini benar-benar menghibur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROFIL FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS DWIJENDRA

AiRizki Melali #1 : Pantai Melasti, Uluwatu

AiRizki Melali #3 : Padang Bulia Waterfall , Buleleng