AiRizki Melali #1 : Pantai Melasti, Uluwatu




Siapa yang nggak kenal dengan Bali? Salah satu pulau di wilayah selatan Indonesia ini, sudah menjadi ikon yang mendunia. Bicara soal Bali, nggak lengkap rasanya kalo nggak ngomongin pantainya yang kece badai. Ambil contoh pantai Kuta yang menjadi salah satu destinasi wisata favorit dan masuk dalam daftar wajib di kunjungi kalo lagi main ke Bali. Pantai yang bakalan semakin rame menjelang sore ini, menjadi salah satu spot yang menarik untuk menyaksikan indahnya matahari terbenam. Belum lagi di dukung beberapa fasilitas disekitarnya seperti mall, restaurant bahkan restaurant fast food juga ada.
Nggak cuma Kuta. Bali akhirnya mempunyai satu lagi pantai wajib di kunjungi yaitu pantai Pandawa. Eits, tapi kali ini, kita nggak akan bahas Pandawa yang keelokannya sudah merajalela. Yang akan kita bahas adalah pantai yang masih satu garis dengan Pandawa dan kerennya nggak kalah sama Pandawa.
Pantai Melasti. Pantai yang juga berada di balik tebing – tebing yang menjulang ini, bisa dibilang salah satu ‘secret beach’ di wilayah Bali selatan. Pantai ini belum banyak dikunjungi wisatawan baik yang asing maupun mancanegara. Fasilitas pun belum banyak tersedia seperti di pantai Pandawa. Tapi, kerennya pantai ini, nggak kalah sama pantai Pandawa ( kalo kita bilang sih lebih keren pantai Melasti, :) 
Jalan menuju pantai Melasti cukup mudah. Jika dari Denpasar butuh waktu sekitar satu jam untuk bisa sampai di pantai. Kamu bisa lewat jalan Kampus Udayana, atau STP Bali. Bedanya, kalo lewat Kampus Udayana, kamu bakal ambil jalan memutar, tapi kalo lewat STP atau jalan menuju pantai Pandawa, kamu tinggal lurus aja ( bisa juga pakai google map :) ). Pantai ini masih terbilang sepi ( banget ). Bisa jadi karena saat kita berkunjung kesana masih sekitar jam setengah dua belas siang, jadi belum terlalu ramai. Menurut informasi yang di dapat sih, kalo menjelang sore atau sunset baru mulai rame deh yang berkunjung untuk menikmati sunset Bali yang oke punya.
Karena lokasi yang berada di balik bukit, maka akses menuju pantai Melasti nggak luput dari jalan yang berkelok dan tebing yang menjulang di kanan dan kiri. Tapi, justru itu yang menjadi daya tariknya tersendiri. Masih dari atas, saat baru sampai, kamu akan langsung di sambut dengan pemandangan yang keren banget. Dan nggak ketinggalan suara ombak yang menghantam karang. Nggak sabar, kita langsung meluncur kebawah untuk menikmati keindahan pantai dari dekat. 
Sampai di bawah, kamu sudah bisa langsung foto – foto dengan background lautan biru lepas yang terhampar dengan indahnya. Pasir putih yang berada di pesisir, dan sebuah gapura yang meyambutmu hangat juga bisa di jadiin spot foto yang menarik. Beberapa orang memanfaatkannya untuk melakukan sesi foto prawedding (#baper). Panas terik mentari yang akhirnya mengakibatkan dehidrasi sejenak disingkirkan dulu. Perjalanan di lanjutkan kearah barat pantai Melasti. Ada sebuah patung Hanoman yang sedang berdiri diatas kura – kura dengan gaya ala surfer handal ( sepertinya ini akan jadi ikon pantai melasti ) . Dan panas terik yang menyiksa bagi sebagian dari kita, justru menjadi kesenangan wisatawan asing nih. Beberapa terlihat berenang di pantai meskipun panas ( karena memang pantainya asik buat mandi :D ) dan yang lain hanya berjemur di pinggiran. 
Setelah puas mengambil gambar di sisi selatan ( termasuk tepian bukit yang bisa di bilang keren), saatnya beranjak kesebelah utara. Di sini, ada sebuah anjungan yang terdiri dari batu – batu kapur yang tersusun tak rapi yang entah mengapa terlihat keren. Ombak pantai melasti yang besar, satu per satu menghantam batuan dan menjadi hempasan yang lagi – lagi bisa kamu jadiin background foto kalo kamu dapat moment yang pas dan yang pasti kamu harus rela panas – panasan untuk dapat foto yang extraordinary. Hempasannya memang nggak sekeras di Water Blow ( kalo di water blow itu karang ), tapi kita yakin, hasil fotomu nggak akan mengecewakan. 
So, buat kamu yang mau liburan ke Bali, jangan lupa masukin pantai Melasti dalam list kunjungan kamu, ok!
note: sebelum pulang sempetin foto di antara dua tebing tinggi, hehe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROFIL FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS DWIJENDRA

AiRizki Melali #3 : Padang Bulia Waterfall , Buleleng