Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Testi Jengkol the series

Gambar
Buku ini ditulis berdasarkan hasil “diskusi gila” disebuah forum chatting oleh tiga orang. Dua orang aku kenal melalui akun facebook, lebih tepatnya, sebuah fanpage. Aku hanya orang yang menyukai lagu-lagu Westlife, dan tak ada salahnya jika kesenanganku mendengarkan lagi-lagu mereka nyatanya mengantarkanku bertemu dengan dua orang ini. Dan penulis yang satu lagi adalah teman mereka yang aku tidak mengenalnya. Cerita ini tertulis akibat kesukaan mereka pada member westlife.  Sekali lagi, buku ini’gila’. Diluar ekspektasi. Jika banyak orang menulis certia fanfiction, buku ini salah satunya. Namun, buku ini menjadi berbeda karena itu tadi, gila. Kalian harus membayangkan bagaimana orang asing begitu menikmati makanan khas Indonesia, jengkol. And a purpose with jengkol? Sesuatu yang unik yang akan kalian temui dalam buku ini. Alur ceritanya yang mengalir begitu saja, seakan mengikuti imajinasi liar yang menjalar dalam pikiran.  Kegilaan demi kegilaan terus b...

Abang

Gambar
Seorang pria dengan tubuh tegap berdiri di depan rumah yang berada di tepi jalan raya. Rumah yang sangat sederhana jika dibandingkan dengan rumah-rumah lain disekitarnya. Dirumah itulah ia dibesarkan, dengan kasih sayang meski dengan cara yang berbeda dari yang lain. Paling tidak itulah yang ia rasakan hingga ia duduk di bangku kelas dua sekolah dasar. Hingga saat ayah mengajaknya pergi dari rumah tu. Tidak, tidak. Ayah bukan mengajaknya pergi. Tapi ‘menculiknya’. Dengan dalih mengajak jalan-jalan ayah mengajaknya keluar rumah. Dari sejak itu, ia tak pernah kembali kerumah. Menangis? Sudah. Memberontak ingin pulang? Sudah. Mengamuk? Sudah. Ayah tak bergeming untuk kembali. Pun ayah tak memberi pengertian tentang apa yang sudah terjadi. Tentang perceraiannya dengan ibu, dan tentang ibu barunya. Yang ia tau, saat tinggal bersama ayah, sudah ada wanita disana. Yang tak pernah memperdulikannya, hanya ayah. Wanita itu tak pernah marah. Saat ia meminta makan, wanita itu menyaji...

Gadis Gamis Coklat

Gambar
Sekelebat bayangan yang melintas didepannya mengalihkan perhatian laki-laki yang tengah duduk bersandar di sudut kampus. Ekor matanya mengikuti kemana si pemilik bayangan pergi. Perpustakaan. Tempat favoritnya. Buru-buru ia menutup laptonya dan diam-diam mengikuti gadis dengan gamis berwarna coklat itu bergerak menuju lantai dua. Disatu meja yang berada ditengah perpustakaan itu, si gadis meletakkan tasnya sebagai penanda bahwa dia yang akan menempati bangku itu. Laki-laki itu tak lantas menyusulnya. Ia memberikan jeda waktu beberapa menit untuknya menarik nafas dan mengatur detak jantungnya saat itu. Degupannya membawa pengaruh pada telapak tangannya yang kini nampak basah. Disamping agar si gadis tak curiga jika ia membuntutinya. Ia hanya sesekali mengintip gadis dengan gamis panjang yang sedang mencari-cari buku pad arak Ilmu Hukum. Tampak ia mengambil sebuah buku yang cukup tebal lalu tersenyum setelah. Akh, senyum itu. Senyuman yang membuatnya tak ingin berpaling da...