Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Zia ( sebuah cerpen )

“ Yaa Allah, Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Hamba datang kepada Engkau dengan diri yang penuh dosa. Diri yang ingin memohon ampun kepada Engkau Yang Maha Pengampun. Hamba ingin meminta kepada Engkau, di usia hamba yang semakin bertambah, dan jatah hidup hamba di dunia yang semakin berkurang, hamba mohon pada Engkau, agar Engkau pertemukan hamba dengan dia yang telah Engkau pilihkan untuk hamba sebagai pendamping hidup. Dengan dia yang memiliki kecintaan begitu besar pada Engkau dan pada Rasul Engkau. Labuhkanlah hati ini pada dia yang melabuhkan cintanya pada Engkau. Pada dia yang dapat menjadi imam bagi hamba yang buta. Yang dapat membimbing hamba menuju kecintaan pada Engkau. Dengan dia yang mana kami akan saling melengkapi kekurangan masing - masing. Engkau Maha Mendengar, Engkau Maha Mengetahui apa yang hamba inginkan dan apa yang hamba butuhkan. Hamba pasrahkan semuanya kepada Engkau. Apapun itu, hamba yakin bila itu adalah yang terbaik. Terima kasih untuk segala hal...

Cinta 2

Adalah dia yang akhirnya menyadari nahwa cinta tak harus memiliki Cukup baginya memandang dan mengagumi meski cinta itu harus terpendam dalam hati...... Dan dia yang lain menemukan nahwa cinta memiliki firasat yang kuat, hingga seberapa kuatpun untuk terlepas dari ikat, tak akan mampu membuat semua berubah. Lalu bertanya, untuk apa miliki sebuah firasat, bila tak dapat mengubah takdir yang menjerat? Dan hujan menjawab, agar kita lebih dekat dan sempat mengucap salam perpisahan pada rekan sejawat Lalu ada dia yang juga mencari sebuah cinta yang tak sempurna Pada diri yang jauh dari sebuah kata penuh makna Padanya yang duku selalu ada berbagi cerita menghitung bintang yang menyimpan derita Seketika menghilang tanpa berita, tinggalkan luka Dalam diamnya ia hanya mampu berair mata dalam dekapan hangat sang bunda Yang selalu ada cinta tak berbalas padanya Ikut terluka melihat jiwa tak sempurna yang terperangkap pada keajaiban cinta Cinta tak sempurna itupun dirasaka...

Sebuah Perjalanan, Sebuah Pembelajaran, Sebuah Cerita

Gambar
The Gowes Jall Story.... Anda pasti sudah pernah mendengar tentang jembatan tertinggi se Asia Tenggara? Ya, sebuah jembatan yang berada di pulau kecil bernama Bali, yang ramai di kunjungi wisatawan saat musim liburan. Hanya sebuah jembatan di daerah Plaga, Badung. Sebuah jembatan yang menjadi tujuan kami sejak pertengahan bulan lalu, dan tercapai pada tanggal 4 Juni 2015. Sebuah jembatan yang bisa dicapai dengan perjalanan satu setengah jam dengan kendaraan bermotor dan itupun dengan kecepatan cukup tinggi.  Sebuah jembatan yang akhirnya kami kunjungi dengan bersepeda. Benar, bersepeda. Semua orang yang melihat postingan foto saya dan teman - teman di sosial media bertanya - tanya, benarkah kami menempuhnya dengan menggunakan sepeda? Banyak sekali yang meragukannya, terlebih dengan adanya saya yang seorang perempuan. Seakan tak percaya jika kami benar - benar melaluinya dengan bersepeda. Hhmm, kami hanya ingin bersenang - senang dengan sepeda kami, itu saja. Tapi menuju Plaga...

Sebuah Mimpi

Gambar
Sejak SD saya suka membaca. Dimulai dari sebuah novel misteri Goosebumps milik seorang teman. Dari komik sampai novel teenlit. Saat itu saya hanya dapat menyewa komik atau novel dari sebuah rental buku yang jaraknya cukup jauh dari rumah. 30 menit dengan menggunkan sepeda gayung, siang hari yang panaspun, saya terjang demi menyewa atau mengembalikan buku. Uang jajan saya pada saat itu tidak cukup untuk membeli sebuah novel yang saya suka. Pun, jika uang jajan itu saya kumpulkan sedikit demi sedikit, akan sangat lama sekali untuk membeli sebuah novel saja. Maka menyewa adalah pilihan yang cukup menyenangkan. Bahkan saya pernah menghabiskan membaca novel Harry Potter And The Prissoner Of Azkaban dan buku keempatnya Harry Potter And The Goblet Of Fire seminggu sebelum saya ujian nasional SMP. Kebiasaan itu tidak dapat saya hentikan. Sesekali di tengah mata pelajaran yang tidak saya suka, saya membaca novel yang saya taruh di kolong meja. Mulai mengkhayalkan betapa mudahnya hidup dalam s...