Cinta 2
Adalah dia yang akhirnya menyadari
nahwa cinta tak harus memiliki
Cukup baginya memandang dan mengagumi
meski cinta itu harus terpendam dalam hati......
Dan dia yang lain menemukan
nahwa cinta memiliki firasat yang kuat,
hingga seberapa kuatpun untuk terlepas dari ikat,
tak akan mampu membuat semua berubah.
Lalu bertanya, untuk apa miliki sebuah firasat,
bila tak dapat mengubah takdir yang menjerat?
Dan hujan menjawab, agar kita lebih dekat
dan sempat mengucap salam perpisahan pada rekan sejawat
Lalu ada dia yang juga mencari
sebuah cinta yang tak sempurna
Pada diri yang jauh dari sebuah kata penuh makna
Padanya yang duku selalu ada berbagi cerita
menghitung bintang yang menyimpan derita
Seketika menghilang tanpa berita, tinggalkan luka
Dalam diamnya ia hanya mampu berair mata
dalam dekapan hangat sang bunda
Yang selalu ada cinta tak berbalas padanya
Ikut terluka melihat jiwa tak sempurna yang terperangkap pada keajaiban cinta
Cinta tak sempurna itupun dirasakan olehnya
Oleh dia yang tak sengaja berjumpa
Bercumbu mesra tanpa ada seorang yang mengira
Pada ikatan tanpa cinta
Mulanya coba - coba, lama lama jadi suka
Hingga sebuah lukis abstrak penuh makna
mampu wakilkan kata, ucapkan rindu yang diharap sampai padanya
Sampaikan rasa sakit yang mendalam hingga iapun terluka
Cinta, mampu lakukan apapun
Mencari kesana kemari,
ternyata cinta ada dihadapan diri
padanya yang selalu menemani
Untuknya yang selalu dihati meski lambat menyadari
Namun semua tak perlu disesali
Karena dia yang selalu mendengar jeritan hati akan mengerti
Bahwa penantian tanpa kata akan terbayar
Karena diri sudah pula menambatkan hati
pada dia yang sealu memahami
Lantas, siapa sang pemenang?
Apakah si pecundang?
Atau pemilik firasat layaknya karang?
Mungkinkah dia pelukis arang?
Ataukah dia pencinta dalam diam bersama ilalang?
Atau, dia yang selalu bermain dengan awan yang hilang ditelan bintang - bintang?
nahwa cinta tak harus memiliki
Cukup baginya memandang dan mengagumi
meski cinta itu harus terpendam dalam hati......
Dan dia yang lain menemukan
nahwa cinta memiliki firasat yang kuat,
hingga seberapa kuatpun untuk terlepas dari ikat,
tak akan mampu membuat semua berubah.
Lalu bertanya, untuk apa miliki sebuah firasat,
bila tak dapat mengubah takdir yang menjerat?
Dan hujan menjawab, agar kita lebih dekat
dan sempat mengucap salam perpisahan pada rekan sejawat
Lalu ada dia yang juga mencari
sebuah cinta yang tak sempurna
Pada diri yang jauh dari sebuah kata penuh makna
Padanya yang duku selalu ada berbagi cerita
menghitung bintang yang menyimpan derita
Seketika menghilang tanpa berita, tinggalkan luka
Dalam diamnya ia hanya mampu berair mata
dalam dekapan hangat sang bunda
Yang selalu ada cinta tak berbalas padanya
Ikut terluka melihat jiwa tak sempurna yang terperangkap pada keajaiban cinta
Cinta tak sempurna itupun dirasakan olehnya
Oleh dia yang tak sengaja berjumpa
Bercumbu mesra tanpa ada seorang yang mengira
Pada ikatan tanpa cinta
Mulanya coba - coba, lama lama jadi suka
Hingga sebuah lukis abstrak penuh makna
mampu wakilkan kata, ucapkan rindu yang diharap sampai padanya
Sampaikan rasa sakit yang mendalam hingga iapun terluka
Cinta, mampu lakukan apapun
Mencari kesana kemari,
ternyata cinta ada dihadapan diri
padanya yang selalu menemani
Untuknya yang selalu dihati meski lambat menyadari
Namun semua tak perlu disesali
Karena dia yang selalu mendengar jeritan hati akan mengerti
Bahwa penantian tanpa kata akan terbayar
Karena diri sudah pula menambatkan hati
pada dia yang sealu memahami
Lantas, siapa sang pemenang?
Apakah si pecundang?
Atau pemilik firasat layaknya karang?
Mungkinkah dia pelukis arang?
Ataukah dia pencinta dalam diam bersama ilalang?
Atau, dia yang selalu bermain dengan awan yang hilang ditelan bintang - bintang?
Komentar
Posting Komentar