Resume Kunjungan Radio Phoenix FM ( tugas management PR )



            PT. Berita Bagus Sejati ( AR Grup ) merupakan salah satu perusahan perusahaan dalam bidang penyiaran khususnya radio, yang menaungi beberapa radio. Radio yang tergabung adalah radio Aneka Rama FM ( AR ) , radio Phoenix FM , radio News FM, radio Penguin FM , dan radio Sony FM.
            Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dwijendra berkesempatan berkunjung ke studio Phoenix FM dan AR FM , yang mana kedua radio tersebut berada dalam satu lokasi yang sama, untuk mengetahui strategi marketing yang dilakukan untuk menarik pendengar maupun pengiklan, sistem kerja di radio, serta konten siaran sehat yang di tawarkan masing – masing radio dalam menyajikan program siaran
SISTEM KERJA AR GROUP
            Dari lima radio yang bernaung di AR Grup, masing – masing memiliki program directornya sendiri. Akan tetapi, tidak meunutup kemungkinan dari program  director dari satu  radio membantu untuk membuat program baru atau mempertajam program yang sudah untuk stasiun radio yang lain. Mengusung sistem kerja sama antar anggota grup, program director diminta untuk saling mengenal satu dengan yang lainnya agar tercipta suatu hubungan kerja sama yang baik dan saling membantu.
            Program director dan beberapa staff pun memiliki jadwal tersendiri untuk melakukan pertemuan bersama lima radio guna mengevaluasi hasil kerja dan program kerja selanjutnya. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan pendengar, kebutuhan pengiklan, dan radio itu sendiri. AR Grup pun secara rutin tahunan mengadakan gathering bersama sebagai rewards bagi karyawan yang sudah bekerja keras selama periode kerja yang sudah ditetapkan.
            Dalam pelaksanaan management komunikasi pada sebuah perusahaan, AR Grup melakukan evaluasi setiap kali terjadi hal yang di luar standar maupun prosedur yang berlaku di perusahaan. Dengan kata lain, pada perusahaan AR Grup, tidak selalu menunggu jadwal meeting saja, tetapi, evaluasi dapat langsung di lakukan ketika kesalahan atau kejanggalan tersebut terjadi. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan masukan pada masing – masing staff untuk melakukan perbaikan bersama.
POLA KOMUNIKASI
            Dalam sebuah stasiun radio di era sekarang sudah tidak lagi mengandalakan siaran melalui gelombang pemancar saja. Stasiun radion kini pun mulai merambah pada dunia digital sehingga dapat terjangkau oleh seluruh pendengarnya di manapun berada. 
            AR Grup menggunakan tiga metode siaran. Pertama adalah siaran on air, yang kedua adalah siaran non on air/ off air, dan yang ketiga adalah siaran digital. Dalam penyiran on air, AR Grup memilih penyiar – penyiar yang memiliki suara yang baik, artikulasi – intonasi – dan dinamika yang baik pula. Masing – masing penyiar stasiun radio AR Grup memiliki ciri dan gaya khas tersendiri. Jika radio Phoenix lebih menggunakan bahasa anak muda, maka berbeda dengan radio News yang menggunakan bahasa yang lebih resmi karena segmentasi pasar yang berbeda.
Untuk radio Phoenix FM menyasar pada pendengar berusia 14 – 25 tahun dengan menyajikan program siaran seperti Top 40, CHR ( contemporary hot request ), dan sebagainya. Untuk radio Penguin FM target pendengarnya adalah usia 20 – 35 tahun dengan konten siaran Hot Adult, dalam arti lebih mengedepankan lagu – lagu yang lebih banyak di minati oleh rentang usia tersebut. Berbeda dengan radio News FM yang mentargetkan pendengar dengan rentang usia 35+, yang mana lagu – lagu yang diputarkan adalah lagu – lagu yang hits di era 60an hingga 90an khususnya lagu – lagu dari mancanegara. Sedangkan untuk radio AR lebih mengkhusus pada pemutaran lagu dangdut dan Sony FM khusus memutar lagu – lagu Bali, yang mana segmen pendengar keduanya sama, yaitu, golongan menengah kebawah secara sosial ekonomi.
Kegiatan non on air adalah kegiatan yang dilakukan oleh radio yang masih berkaitan dengan radio dan mendukung kegiatan on air, seperti kegiatan Jalan bareng Phoenix yang memberikan hadiah jalan – jalan atau makan di lokasi yang telah di tentukan kepada pendengarnya, dimana pemenang dipilih melalui kuis yang diadakan. Ada pula kegiatan Live on Radio, dan Pinguin FM Days out. Tujuan dari diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk mendekatkan diri dengan pendengar. Selain itu, kegiatan tersebut berfungsi pula sebagai sarana promosi dari lokasi yang menjadi tujuan kegiatan. Tak jarang pemilik atau marketing dari badan usaha tersebut yang meminta secara langsung untuk di jadikan lokasi kegiatan.
MUSIC DIRECTOR
            Music Director adalah orang yang mengurus segala hal yang berkaitan dengan musik. Dapat pula dikatakan bahwa music director di AR Grup sebagai public relation dari radio untuk hal yang berhubungan dengan label musik atau recording company. Saat ini, music director dari AR Grup hanya satu orang yang di pegang oleh Wibi.
            Music director bertugas memilih musik atau lagu mana yang layak untuk diputar di radio yang mana. Musik – musik yang diputar pun memiliki standar tersendiri. Untuk musik yang di convert dari Youtube adalah tidak standar utnuk di putar di radio. Sumber lagu yang di putar didapatka dari label atau recording company. Pada awalnya, music director akan me-loby ke label / recording company untuk mencari materi baru dengan mengajukan proposal. Baru kemudian label / recording company akan memberikan secara cuma – cuma materi lagu tersebut kepada music director untuk di lakukan proses selanjutnya.
            Music director harus menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan recording company, sehingga recording company dapat mempercayakan untuk memasang iklan di radio. Iklan musik / promo lagu dari recording company dapat diketahui dari suara artis yang berpromo di radio, atau lagu dari artis tersebut yang di putar secara intens. Namun, pemutaran lagu tidak menjadi tolok ukur bahwa artis tersebut sedang di iklankan. Bisa saja karena peminat dari lagu tesebut banyak .
            Pada umumnya label atau recording company mengundang music director dan mendapatkan hak istimewa untuk mendengarkan pertama kali lagu – lagu yang akan di launching oleh musisi melalui label / recording company. Kemudian music director diminta pendapatnya mengenai lagu yang akan di debut sebagai single pertama dan lagu apa yang sekiranya akan menjadi hits di radio – radio. Untuk itu music director dituntut memiliki insting yang kuat terhadap musik. Hal ini di butuhkan pula ketika music director harus memilih lagu mana yang sudah memenuhi standar dari radio dan apakah lagu tersebut akan disukai oleh penggemar atau tidak. Jika dirasa lagu tersebut bagus dan berpotensi menjadi hits, maka bisa langsung di masukkan kedala playlist lagu yang bisa di putar, pun tak menutup kemungkinan di putar pada hari itu juga. Namun, jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka lagu tersebut akan masuk dalam list “daftar tunggu” dari music director. Music director yang saat ini bekerja sendiri, tak jarang meminta opini kedua jika memang dia ragu apakah lagu tersebut layak untuk masuk di playlist atau tidak.
            Playlist lagu dalam setiap program acara adalah 20% ditentukan oleh music director. Sedang sisanya, penyiar berhak menentukan lagu apa yang akan di putar. Namun, music director harus sudah mengatur dan mengunci dalam folder – folder komputer untuk list lagu yang akan masuk dalam daftar tunggu ( belum boleh di putar ) dan yang boleh di putar .
RADIO PHOENIX DAN PROGRAM ACARANYA
            Radio Phoenix berdiri pada tahun 2002. Hingga tahun 2004, Phoenix radio masih belum menemukan konsep siaran dan hanya memutar lagu – lagu yang sedang hits pada masa itu, sehingga masih banyak yang memandang sebelah mata dan belum banyak di nikmati oleh pendengar. Pada tahun 2005, Phoenix radio menentukan konsepnya yaitu menjadi radio dengan segmen pasar anak muda dan bisa dinikmati hingga saat ini.
            Tak berbeda dari radio lain, Phoenix pun memiliki program acara yang bertema chart atau tangga lagu. Setidaknya ada tiga program acara di radio Phoenix yang mengusung tema chart tersebut. Acara tersebut adalah Indo 19 , Yamaha top 40, dan Honda request box. Untuk Honda request box, penyusunan chart dihitung dari total request yang masuk melalui SMS atau sosial media yang digunakan seperti Whatsapp, Facebook, Twitter, Line, dan intensitas air play dari musik tersebut. Sedangkan untuk top 40, dihitung dari campuran berbagai hal termasuk trend musik dunia.
            Radio Phoenix memiliki tema yang berbeda setiap bulannya. Tema yang dipilih bukan hanya karena lucu atau sedang trend, tapi lebih kepada pesan yang ingin disampaikan dari tema tersebut. Tema bisa juga di dapat dari mengolah ide – ide kreatif dari kejadian yang dialami sehari – hari. Masing – masing tema juga di jabarkan secara tersirat melalui program acara untuk memotivasi pendengarnya sehingga tercipta energi positif  bagi pendengar. Tujuannya adalah untuk mengkampanyekan hal – hal positif yang nantinya akan berakibat pada peningkatan jumlah pendengar.
            Radio Phoenix memiliki aplikasi sendiri untuk mengukur segmentasi maupun trend pasar yang sedang berjalan. Survey dilakukan oleh koordinator dan station manager. Mudahnya, dapat diukur dari request yang masuk saat siaran berlangsung yang mana setiap kali request masuk harus menggunakan format : nama ( spasi ) alamat  ( spasi ) umur ( spasi ) cewek / cowok ( spasi ) sekolah / kuliah / kerja . Survey secara personal dengan penyebaran kuisioner terakhir kali di lakukan sekitar tahun 2013. Hasil suvey tidak secara signifikan dapat memperlihatkan segmen pasar / pendengar.
            Sepanjang operasionalnya, AR Grup belum pernah mendapat teguran dari KPID Bali terkait dengan konten siaran maupun program acara yang di bawakan. Hal ini karena AR Grup secara personal mengundang KPID Bali untuk berdiskusi mengenai Pedoman Pelaku Penyiaran ( P3 ) dan Standart Program Siaran ( SPS ) untuk tetap menghasilkan siaran yang sehat dan berkualitas.
SISTEM MARKETING / IKLAN
            Marketing memiliki divisi sendiri. Bekerja sama dengan tim kreatif dan dua orang script writer, yang bertujuan untuk mendiskusikan konsep iklan yang sesuai dengan keinginan klien.
            Prosesnya, marketing bertemu dengan klien yang akan beriklan di radio ( contoh ) Phoenix. Pertemuan dilakukan untuk membicarakan konsep iklan yang diinginkan dari klien tersebut. Marketing kemudian akan meneruskan ke tim kreatif dan penulis skrip yang akan mengolah konsep tersebut menjadi sebuah ide kreatif dan menarik. Setelah terbentuk skrip yang dirasa sesuai dengan konsep yang di inginkan oleh klien, maka skrip akan dikembalikan kepada klien untuk di review. Klien hanya berhak merevisi ide sebanyak dua kali bila skrip yang dikirimkan tidak sesuai dengan keinginan klien. Setelah revisi , akan dilakukan take vocal oleh talent yang dipilih oleh tim kreatif sesuai dengan skrip kemudian di produksi oleh bagian produksi dan di beri sound effect atau backsound. Pemberian backsound ini tidak boleh menggunakan lagu – lagu dalam playlist milik music director tanpa seizin dari label yang bekerja sama dengan music director. AR Grup memiliki musik – musik khusus yang dibeli hanya sebagai sound effect iklan, karena terkait dengan copyright.
            Setelah iklan berbentuk audio, konsep ini diberikan kepada klien untuk di perdengarkan apakah sudah sesuai dengan ekspektasi klien kemudian di approval. Jika klien menyetujui audio tersebut, maka program director akan menentukan pukul berapa iklan tersebut tayang, , berapa kali tayang, sesuai dengan kontrak yang telah di sepakati sebelumnya.
            Bila ada klien yang memilih sendiri ingin beriklan dimana ( target pasar ditentukan oleh klien bukan marketing atau program director ) maka, akan perjanjian khusus antara marketing dengan klien terkait konsep yang di tawarkan. Sedangkan jam tayang di tentukan oleh marketing sesuai dengan permintaan klien apakah akan di tayangkan di jam prime time atau reguler.
            Program director  bertugas memantau siaran dari penyiar – penyiarnya. Menegur ketika penyiar melakukan kesalahan, begitupula sebaliknya. Divisi lain pun berhak untuk menegur jika dirasa sudah tidak sesuai dengan prosedurnya. Seperti kesalahan dalam pembacaan iklan. Team marketing berhak menegur jika ada komplain dari klien terkait dengan kesalahan pembacaan iklan. Kompensasi yang didapatkan klien dari kesalahan tersebut adalah permohonan maaf dan penambahan jam tayang dari iklan tersebut. Hal ini dilakukan untuk menjaga hubungan baik dan kepercayaan klien.
MANAGEMENT OPERASIONAL
            Sistem operasional pada AR Grup terdiri dari owner atau pemilik yang sekaligus sebagai direksi. Membawahi koordinator radio grup yang bertugas menentukan dan memastikan target masing – masing stasiun radio yang harus di capai. Di bawah dari koordinator radio grup adalah station manager yang masih satu divisi dengan marketing manager yang membawahi divisi lebih kecil di masing – masing radio. Adapun kru operasional dari masing – masing stasiun radio yaitu : Radio AR sebanyak 25 orang, radio Phoenix sebanyak 30 orang, radio News sebanyak 12 orang, radio penguin sebanyak 20 orang, dan radio Sony sebanyak 8 orang.
            Stuktur organisasi tersebut secara rutin melakukan pertemuan khusus untuk membahas tujuan dan target pasar agar tidak saling bertabrakan atau ‘mengkanibal’ satu dengan yang lain. Mereka juga membahas perbaikan masing – masing SDM guna meningkatkan dan menjaga kualitas siaran. Sedangkan biaya operasional dari radio di dapatkan dari iklan yang di pasang di radio.
ANALISIS SWOT

           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROFIL FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS DWIJENDRA

AiRizki Melali #1 : Pantai Melasti, Uluwatu

AiRizki Melali #3 : Padang Bulia Waterfall , Buleleng